Sabtu, 14 April 2012

teori perkembangan


PERKEMBANGAN
1.    . Essa menyatakan, bahwa perkembangan yang sangat cepat dari sel-sel otak adalah pada masa kanak-kanak, dan belajar adalah hasil koneksi-koneksi di dalam otak. perkembangan bahasa, emosi, sangat cepat pada tahun pertama dan perkembangan cognitif mencapai puncaknya pada dua sampai tiga tahun pertama dari kehidupan.[1]
2.    Bruce bahwa proses perkembangan anak adalah merupakan sesuatu yang utuh, yang antar bagian saling berhubungan dan mempengaruhi, disebut dengan istilah PILESS; Physical development, Intellectual development Language Development, Emotional development, Social development dan Spritual  development.[2]
3.    Jamaris Perkembangan merupakan suatu proses yang bersifat kumulatif, artinya perkembangan terdahulu akan menjadi dasar bagi perkembangan berikutnya. Oleh karena itu apabila terjadi hambatan pada perkembangan terdahulu maka perkembangan selanjutnya cendrung akan mendapat hambatan[3].
4.    Santrock Perkembangan adalah seumur hidup[4],
5.    Baraja  Perkembangan merupakan suatu proses yang progressif, yang terus maju dan tidak mundur,  tidak kembali pada perkembangan semula, berkesinambungan tidak statis, sejak lahir hingga ia mati[5].
6.    Hurlock perkembangan berarti serangkaian perubahan progressif yang terjadi sebagai akibat dari proses  kematangan dan pengalaman[6].
7.    Piaget dalam Paul Henry Mussen dkk Perkembangan adalah hasil dari interaksi antara perubahan pematangan dan pengalaman (observasi yang intensif atas ketiga anaknya sendiri meyakinkan dirinya bahwa anak adalah organisme aktif yang mencari stimulasi dan menyusun pengalaman mereka sendiri tanpa instruksi atau pemrograman langsung dari lingkungan)[7].  Piaget meyakini bahwa penciptaan pengetahuan oleh anak terjadi lewat interaksi mereka dengan lingkungannya, bahwa anak-anak tidak bersikap passif dalam menerima hal baru (pengetahuan), mereka secara aktif mengorganisasikan apa yang mereka pelajari lewat pengelamannya ke dalam susunan mentalnya/jiwa. Dalam  konsepnya tentang  proses pemikiran anak-anak meliputi; assimilation, accommodation (penyesuaian), dan equilibrium (keseimbangan)[8].
8.    Dalam konsep NAYC tentang kesesuaian dengan tingkat perkembangan memiliki dua dimensi, yakni kesesuaian dengan umur, dan kesesuain dengan masing-masing individu.[9]
9.    Vygotsky  mengakui bahwa di dalam perkembangan se-olah2 muncul dari anak sendiri dari desakan-desakan atau temuan spontan mereka, namun setelah itu pertumbuhan jiwa sangat dipengaruhi garis budaya dari perkembangan[10].
10. Areas Of Development Child development may be diveded into four areas, social emosional, physical, cognitive, and language.[11]
11. Black dkk dalam Sujud menyatakan bahwa perkembangan anak usia dini meliputi (1). aspek fisik dan motorik, (2). aspek psikososial, (3).  aspek kognitif, dan aspek bahasa[12]
12. Fauzia Aswin juga  membagi empat area perkembangan; Perkembangan fisik, Perkembangan Sosio-emosional, Perkembangan kognitif, dan perkembangan Bahasa.[13]
13.  Periode I kepandaian Sensori Motorik (dari lahir – 2 tahun), perkembangan skema melalui refleks-refleks untuk mengetahui dunianya, Bayi mengorgnisasikan skema tindakan fisik mereka seperti menghisap, menggenggam dan memukul untuk menghadapi dunia yang muncul dihadapannya.Periode II. Pikiran Pra-Operasional (2-7tahun), Anak-anak belajar berfikir-menggunakan simbol-simbol dan pencitraan batiniah-namun pikiran mereka masih tidak sistimatis dan tidak logis, pikiran di titik ini sangat berbeda dengan pikiran orang dewasa.Periode III. Operas-operasi berfikir konkret (7-11tahun), anak-anak mengembangkan kemampuan berfikir sistematis,namun hanya ketika mereka dapat mengacu kepada obyek obyek dan aktivitas-aktivitas konkret.Priode IV. Operasi-operasi berfikir formal (11 tahun sampai dewasa)orang muda mengembangkan kemampuan untuk untuk berfikir sistematis menurut rancangan yang murni abstrak dan hipotesis”.
14. Essa selama masa ini anak-anak jadi lebih mampu mengambil sudut orang lain, egosentrisme di awal masa kanak-kanak di gantikan oleh kemampuan untuk melihat berbagai hal dari segi persfektip orang lain[14].





[1] Essa, Opcit  h 40
[2] Bruce and Meggitt, Child care &education, ( Hoddor & Stoughton  2005). h 25
[3] Jamaris, Perkembangan dan Pengembangan Anak Usia Taman Kanak-Kanak (Jakarta, (Gramedia Widiasarana Indonesi ,2006) h 19
[4] Santock W, Life Span Development, (Times Mirror Higher Education Group, 1997) h 11
[5] Baraja, Opcit, h 6
[6] Hurlock, opcit h 3
[7] Henry mussen dkk, Perkembangan dan kepribadian anak, edisi ke 6,* penerbit Arcan. Jakarta, 1994) h 18
[8] Crain, loc-it, h 172
[9] Bredekamp sue, opcit h 3-4

[10] Crain. Loc-cit,. h. 343.
[11] Diane T Dodge , hh 18-22
[12] Aswarni Sujud, . Problem-problem Alternatif  Solusinya di lembaga Prasekolah. (Yogyakarta, IKIP Jogjakarta) 1998. h 9
[13] Hadis, opcit, h 28
[14] Essa , opcit, h 303 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar