PERKEMBANGAN
1.
. Essa
menyatakan, bahwa perkembangan yang sangat cepat dari sel-sel otak adalah pada
masa kanak-kanak, dan belajar adalah hasil koneksi-koneksi di dalam otak.
perkembangan bahasa, emosi, sangat cepat pada tahun pertama dan perkembangan
cognitif mencapai puncaknya pada dua sampai tiga tahun pertama dari kehidupan.[1]
2. Bruce bahwa proses perkembangan anak adalah merupakan sesuatu yang utuh, yang
antar bagian saling berhubungan dan mempengaruhi, disebut dengan istilah PILESS; Physical development, Intellectual
development Language Development, Emotional development, Social development dan
Spritual development.[2]
3.
Jamaris Perkembangan merupakan
suatu proses yang bersifat kumulatif, artinya perkembangan terdahulu akan
menjadi dasar bagi perkembangan berikutnya. Oleh karena itu apabila terjadi
hambatan pada perkembangan terdahulu maka perkembangan selanjutnya cendrung
akan mendapat hambatan[3].
5. Baraja
Perkembangan merupakan suatu proses yang
progressif, yang terus maju dan tidak mundur, tidak kembali pada perkembangan semula, berkesinambungan
tidak statis, sejak lahir hingga ia mati[5].
6. Hurlock
perkembangan berarti serangkaian perubahan progressif yang terjadi sebagai
akibat dari proses kematangan dan
pengalaman[6].
7. Piaget dalam Paul Henry
Mussen dkk Perkembangan adalah hasil dari interaksi
antara perubahan pematangan dan pengalaman (observasi yang intensif atas ketiga
anaknya sendiri meyakinkan dirinya bahwa anak adalah organisme aktif yang
mencari stimulasi dan menyusun pengalaman mereka sendiri tanpa instruksi atau
pemrograman langsung dari lingkungan)[7]. Piaget meyakini bahwa penciptaan pengetahuan
oleh anak terjadi lewat interaksi mereka dengan lingkungannya, bahwa anak-anak
tidak bersikap passif dalam menerima hal baru (pengetahuan), mereka secara
aktif mengorganisasikan apa yang mereka pelajari lewat pengelamannya ke dalam
susunan mentalnya/jiwa. Dalam konsepnya
tentang proses pemikiran anak-anak meliputi;
assimilation, accommodation (penyesuaian), dan equilibrium (keseimbangan)[8].
8.
Dalam konsep NAYC
tentang kesesuaian dengan tingkat perkembangan memiliki dua dimensi, yakni
kesesuaian dengan umur, dan kesesuain dengan masing-masing individu.[9]
9.
Vygotsky mengakui
bahwa di dalam perkembangan se-olah2 muncul dari anak sendiri dari
desakan-desakan atau temuan spontan mereka, namun setelah itu pertumbuhan jiwa
sangat dipengaruhi garis budaya dari perkembangan[10].
10.
Areas Of Development Child development may be diveded into four areas, social emosional,
physical, cognitive, and language.[11]
11.
Black
dkk dalam Sujud menyatakan bahwa perkembangan
anak usia dini meliputi (1). aspek
fisik dan motorik, (2). aspek psikososial, (3).
aspek kognitif, dan aspek
bahasa[12]
12. Fauzia
Aswin juga membagi empat area
perkembangan; Perkembangan fisik, Perkembangan Sosio-emosional, Perkembangan
kognitif, dan perkembangan Bahasa.[13]
13. Periode I kepandaian Sensori Motorik (dari lahir – 2
tahun), perkembangan skema melalui refleks-refleks untuk mengetahui dunianya,
Bayi mengorgnisasikan skema tindakan fisik mereka seperti menghisap,
menggenggam dan memukul untuk menghadapi dunia yang muncul dihadapannya.Periode
II. Pikiran Pra-Operasional (2-7tahun), Anak-anak belajar berfikir-menggunakan
simbol-simbol dan pencitraan batiniah-namun pikiran mereka masih tidak
sistimatis dan tidak logis, pikiran di titik ini sangat berbeda dengan pikiran
orang dewasa.Periode III. Operas-operasi berfikir konkret (7-11tahun),
anak-anak mengembangkan kemampuan berfikir sistematis,namun hanya ketika mereka
dapat mengacu kepada obyek obyek dan aktivitas-aktivitas konkret.Priode IV.
Operasi-operasi berfikir formal (11 tahun sampai dewasa)orang muda
mengembangkan kemampuan untuk untuk berfikir sistematis menurut rancangan yang
murni abstrak dan hipotesis”.
14.
Essa selama
masa ini anak-anak jadi lebih mampu mengambil sudut orang lain, egosentrisme di
awal masa kanak-kanak di gantikan oleh kemampuan untuk melihat berbagai hal
dari segi persfektip orang lain[14].
[1] Essa, Opcit h 40
[2] Bruce and Meggitt, Child care &education, ( Hoddor
& Stoughton 2005). h 25
[3] Jamaris, Perkembangan dan Pengembangan Anak Usia
Taman Kanak-Kanak (Jakarta,
(Gramedia Widiasarana Indonesi ,2006) h 19
[4] Santock W, Life Span Development, (Times Mirror
Higher Education Group, 1997) h 11
[6] Hurlock,
opcit h 3
[7] Henry
mussen dkk, Perkembangan dan kepribadian
anak, edisi ke 6,* penerbit Arcan. Jakarta, 1994) h 18
[8] Crain, loc-it, h 172
[9] Bredekamp sue, opcit h 3-4
[10] Crain. Loc-cit,. h. 343.
[12] Aswarni Sujud, . Problem-problem Alternatif Solusinya di lembaga Prasekolah.
(Yogyakarta, IKIP Jogjakarta)
1998. h 9
[13] Hadis, opcit, h 28
[14] Essa , opcit, h 303
Tidak ada komentar:
Posting Komentar