| beruga selapan (delapan tiang ) untuk kegiatan anak diniyah dan majlis ta'lim |
AGAMA, PENDIDIKAN DAN KEMASYARAKATAN
Sabtu, 14 April 2012
teori sosial
SOSIAL
1.
Bandura berpendapat di dalam situsi sosial,manusia sering
kali belajar jauh lebih cepat hanya dengan mengamati tingkah laku orang
lain.sebagai contoh, ketika anak-anak bermain rumah2an, meniru sikap orang tua
secara instan[1]
2.
. Vigotsky
sangat setuju dengan pesan budaya dalam proses pembelajaran di sekolah. Ia
menyatakan bahwa konstribusi budaya, interaksisosial, dan sejarah dalam
pengembangan mental individual sangat berpengaruh.
3.
Hurlock tentang
perkembangan sosial, yakni merupakan perolehan kemampuan berprilaku yang sesuai
dengan tuntutan sosial.
4.
Goleman
menyatakan bahwa emosi merujuk pada suatu perasaan atau pikiran-pikiran
khasnya, suatu keadaan biologis dan psikologis serta serangkaian kecendrungan
untuk bertindak[2].
5.
Syamsudin mengemukakan, bahwa emosi merupakan suatu
suasana yang kompleks (a complex feeling
state) dan getaran jiwa yang menyertai atau muncul sebelum atau sesudah
terjadinya suatu prilaku[3].
Nugraha emosi adalah perasaan yang ada dalam diri kita, dapat berupa perasaan
senang atau tidak senang, perasaan baik atau buruk[4].
teori perkembangan
PERKEMBANGAN
1.
. Essa
menyatakan, bahwa perkembangan yang sangat cepat dari sel-sel otak adalah pada
masa kanak-kanak, dan belajar adalah hasil koneksi-koneksi di dalam otak.
perkembangan bahasa, emosi, sangat cepat pada tahun pertama dan perkembangan
cognitif mencapai puncaknya pada dua sampai tiga tahun pertama dari kehidupan.[1]
2. Bruce bahwa proses perkembangan anak adalah merupakan sesuatu yang utuh, yang
antar bagian saling berhubungan dan mempengaruhi, disebut dengan istilah PILESS; Physical development, Intellectual
development Language Development, Emotional development, Social development dan
Spritual development.[2]
3.
Jamaris Perkembangan merupakan
suatu proses yang bersifat kumulatif, artinya perkembangan terdahulu akan
menjadi dasar bagi perkembangan berikutnya. Oleh karena itu apabila terjadi
hambatan pada perkembangan terdahulu maka perkembangan selanjutnya cendrung
akan mendapat hambatan[3].
5. Baraja
Perkembangan merupakan suatu proses yang
progressif, yang terus maju dan tidak mundur, tidak kembali pada perkembangan semula, berkesinambungan
tidak statis, sejak lahir hingga ia mati[5].
6. Hurlock
perkembangan berarti serangkaian perubahan progressif yang terjadi sebagai
akibat dari proses kematangan dan
pengalaman[6].
7. Piaget dalam Paul Henry
Mussen dkk Perkembangan adalah hasil dari interaksi
antara perubahan pematangan dan pengalaman (observasi yang intensif atas ketiga
anaknya sendiri meyakinkan dirinya bahwa anak adalah organisme aktif yang
mencari stimulasi dan menyusun pengalaman mereka sendiri tanpa instruksi atau
pemrograman langsung dari lingkungan)[7]. Piaget meyakini bahwa penciptaan pengetahuan
oleh anak terjadi lewat interaksi mereka dengan lingkungannya, bahwa anak-anak
tidak bersikap passif dalam menerima hal baru (pengetahuan), mereka secara
aktif mengorganisasikan apa yang mereka pelajari lewat pengelamannya ke dalam
susunan mentalnya/jiwa. Dalam konsepnya
tentang proses pemikiran anak-anak meliputi;
assimilation, accommodation (penyesuaian), dan equilibrium (keseimbangan)[8].
8.
Dalam konsep NAYC
tentang kesesuaian dengan tingkat perkembangan memiliki dua dimensi, yakni
kesesuaian dengan umur, dan kesesuain dengan masing-masing individu.[9]
9.
Vygotsky mengakui
bahwa di dalam perkembangan se-olah2 muncul dari anak sendiri dari
desakan-desakan atau temuan spontan mereka, namun setelah itu pertumbuhan jiwa
sangat dipengaruhi garis budaya dari perkembangan[10].
10.
Areas Of Development Child development may be diveded into four areas, social emosional,
physical, cognitive, and language.[11]
11.
Black
dkk dalam Sujud menyatakan bahwa perkembangan
anak usia dini meliputi (1). aspek
fisik dan motorik, (2). aspek psikososial, (3).
aspek kognitif, dan aspek
bahasa[12]
12. Fauzia
Aswin juga membagi empat area
perkembangan; Perkembangan fisik, Perkembangan Sosio-emosional, Perkembangan
kognitif, dan perkembangan Bahasa.[13]
13. Periode I kepandaian Sensori Motorik (dari lahir – 2
tahun), perkembangan skema melalui refleks-refleks untuk mengetahui dunianya,
Bayi mengorgnisasikan skema tindakan fisik mereka seperti menghisap,
menggenggam dan memukul untuk menghadapi dunia yang muncul dihadapannya.Periode
II. Pikiran Pra-Operasional (2-7tahun), Anak-anak belajar berfikir-menggunakan
simbol-simbol dan pencitraan batiniah-namun pikiran mereka masih tidak
sistimatis dan tidak logis, pikiran di titik ini sangat berbeda dengan pikiran
orang dewasa.Periode III. Operas-operasi berfikir konkret (7-11tahun),
anak-anak mengembangkan kemampuan berfikir sistematis,namun hanya ketika mereka
dapat mengacu kepada obyek obyek dan aktivitas-aktivitas konkret.Priode IV.
Operasi-operasi berfikir formal (11 tahun sampai dewasa)orang muda
mengembangkan kemampuan untuk untuk berfikir sistematis menurut rancangan yang
murni abstrak dan hipotesis”.
14.
Essa selama
masa ini anak-anak jadi lebih mampu mengambil sudut orang lain, egosentrisme di
awal masa kanak-kanak di gantikan oleh kemampuan untuk melihat berbagai hal
dari segi persfektip orang lain[14].
[1] Essa, Opcit h 40
[2] Bruce and Meggitt, Child care &education, ( Hoddor
& Stoughton 2005). h 25
[3] Jamaris, Perkembangan dan Pengembangan Anak Usia
Taman Kanak-Kanak (Jakarta,
(Gramedia Widiasarana Indonesi ,2006) h 19
[4] Santock W, Life Span Development, (Times Mirror
Higher Education Group, 1997) h 11
[6] Hurlock,
opcit h 3
[7] Henry
mussen dkk, Perkembangan dan kepribadian
anak, edisi ke 6,* penerbit Arcan. Jakarta, 1994) h 18
[8] Crain, loc-it, h 172
[9] Bredekamp sue, opcit h 3-4
[10] Crain. Loc-cit,. h. 343.
[12] Aswarni Sujud, . Problem-problem Alternatif Solusinya di lembaga Prasekolah.
(Yogyakarta, IKIP Jogjakarta)
1998. h 9
[13] Hadis, opcit, h 28
[14] Essa , opcit, h 303
teori bermain
BERMAIN
1. Stone[1]. ”....Bermain adalah media penting dalam proses berpikir dengan memberikan eksposur terhadap berbagai
pengalaman yang memperkaya pemikiran anak-anak (a). Melatih
kemampuan menghadapi pengalaman dengan cara menciptakan situasi-situasi, model dan menguasai kenyataan
melalui percobaan dan perencanaan (.b) Mengkonsolidasi kemahiran-kemahiran
mental yang baru. c) Berperan mengembangkan pikiran abstrak. (e).
Melatih kreatifitas (f). Mendorong cara memecahkan persoalan
melalui penemuan (g). Berperan penting mengembangkan penjelasan atas sesuatu, Anak-anak menguji coba konsep-konsep dan
memperbaikinya sambil bermain. h).Dapat dipergunakan untuk
menguji konsep-konsep dan memperbaikinya sambil bermain. (i).Pembelajaran probabilities, melalui perilaku
yang diulang-ulang. (j) Adanya korelasi positif antara bermain dan
daya ingat (k) Mendorong perkembangan bahasa (l) Meningkatkan kemahiran
merencanakan, kemampuan-kemampuan akademik
dan bersikap”
2. Penelitian Vigostky
(1976) melihat bermain
mempunyai peran langsung terhadap membutikan adanya suatu hubungan
yang kuat antara bermain dan perkembangan kognitif[2], Laural Schmidt anak-anak
belajar melalui permainan, bermainan merupakan pekerjaan masa kanak-kanak.[3]
3.
Parten
menunjukkan hal itu antara lain dari pola bermain pada anak, sampa usia tiga tahun anal lebih banyak
bermain sendiri (soliter play), baru kemudian mereka mulai bermain sejenis (parallel play), mulai bermain melihat
temannya bermain (on-looking play)
dan kemudian bermain bersama (cooperative
play).
4.
edangkan
bagi Comenius pendidikan anak berlangsung sejalan dengan bermain, karena
bermain adalah realisasi dari pengembangan diri dan kehidupan anak[4].
5.
ohan
Pestalozzi (1746-1827) berpendapat bahwa pendidikan dimulai di rumah, melalui
berbagai kegiatan yang dilakukan anak pada waktu bermain dan berbagai
pengalaman indera yang dialaminya[5]
6. Essa bagi seorang anak, bermain adalah kebutuhan, sebagai sarana belajar[6].
Permainan penting untuk perkembangan semua aspek perkembangan anak. Permainan
sebagai aktivitas terkait dengan keseluruhan diri anak, bukan sebagiannya,
melalui permainan anak mempromosikan serta memperaktekkan penguasaan2
keterampilannya yang mengarahkan perkembangan kognitif anak, perkembangan bahasa, mengarahkan perkembangan
fisik. Membantu anak dalam mengembangkan kreativitasnya. Melalui pengembangn
kreativitas peristiwa sosialisasi dan emosi anak juga berkembang, siklus
aktivitas seperti itu adalah merupakan kegiatan yang sehat bagi anak-anak.
7. Saralea beberapa perinsip permaianan berdasarkan prilaku pada
saat anak anak bermain, antara lain; permainan itu sesuatu yang menyenangkan,
diluar dari peristiwa se-hari-hari, sebagai sarana experiment berbagai hal,
terbuka tanpa batas, permainan sesuatu yang aktif dinamis, tidak statis, muncul
sebagai aktivitas-aktivitas yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu[7].
Permainan sangat penting artinya bagi setiap anak disegala zaman, memiliki
kontek hubungan sosial dan pembelajaran spontan, aktivitas bermain sebagai
medium memahami dunia ini secara lebih baik, ekspressif, sebagai sarana
komunikasi untuk melakukan pendekatan pendekatan, mengungkap perasaan2 dan
pesan-pesan.
8. Stone
(1993).
mengatakan bahwa bermain ada di setiap
negara, budaya, bahasa, dimana saja anak-anak dunia bermain. Para ahli mendefinisikan bermain sebagai suatu perilaku yang mengandung motivasi berorientasi pada proses
yang dipilih secara bebas dan bukan hanya perilaku pura-pura yang berorientasi
pada suatu tujuan, kegiatan bermain ini adalah pungsi dari seluruh
manusia[8].
9.
Stone.menjadi semakin jelas
bahwa bermain adalah mutlak menjadi kebutuhan perkembangan anak, karena itu untuk membantu seorang anak mencapai
potensinya secara optimal, orang tua harus memastikan bahwa tahun-tahun awal dari perkembangan
anak di penuhi dengan
kegembiraan[9].
10. Hurlock Anak kecil meniru
permainan anak yang lebih besar, yang telah menirunya dari generasi anak
sebelumnya.[10]
Jadi setiap kebudayaan satu generasi menurunkan bentuk permainan kegenerasi
berikutnya. Bermain merupakan kebutuhan manusia sepanjang rentang kehidupan,
dalam kultur manapun[11].
11. Beberapa pungsi bermain, antara lain; fungsi imaginatif,
Fungsi kebersamaan, fungsi pngembangan kognitif, fungsi berfikir alternatif,
Fungsi assosiatif, dan fungsi pengembangan bahasa[12].
12. Hurlock bahwa melalui bermain; ada perkembangan fisik, yakni
bermain aktif penting bagi anak untuk mengembangkan otot dan melatih seluruh
bagian tubuhnya, juga sebagai penyaluran tenaga yang berlebihan yang bila
terpendam akan membuat anak tegang, gelisah, dan mudah tersinggung[13].
13. Selanjutnya Warner
melihat fungsi bermain secara lebih luas bagi pertumbuhan Fisik anak,
Perkembangan kognitif, Keterampilan berbahasa, Pertumbuhan psikologis,
Ekspressi Emosional, dan Keterampilan sosial[14]
14. tahap-tahap bermain sebagai berikut: Tahap
manipulatif, Tahap-simbolis, Tahap eksplorasi, Tahap eksperimen, dan Tahap dapat dikenal.
[1] Stone, opcit, hh 4-5
[2] Stone, Ibid
[3] Schmidt, Seven Times Smarter, 50 Activities, Games,
and Projects to Develop the Seven Intelligences, New York, 2001, h 12
[4] Martini Jamaris, Makalah
seminar dan Loka Karya Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Menyongsong
Kurikulum Pendidikan anak Usia diniBerbasis Kecerdasan jamak di Masa Depan
(Universitas Negeri Jakarta. 2004) h. 2
[5] Ibid. h 2
[6]
Essa , opcit h 41
[7] Saralea
E Chazan, opcit. hh 19-2
[8] Stone. Opcit h 1
[9] Stone, Ibid hal 3
[10] Hurlock, opcit h 322
[11] Musfiroh tadkiroatun, opcit
h 81
[12] Seefeldt Carol, Continuing Issues Early Chilhood Education,
(University of Maryland, College Park, 1990) hh 194-200
[13] Hurlock, opcit . h 323
[14] Warner, Play & learn,150 Aktivitas Bermain dan
Belajar Bersama Anak (usia 3-6 th), (lih bahasa Pangesti Atmadibrata &
Robin Bernadus), Pt Elex Medio Komputindo, 2003) hh viii-xi
Langganan:
Postingan (Atom)