ANAK
USIA DINI
1. NAYS mendefinisikan bahwa anak usia dini adalah, merupakan
periode sejak kelahiran hingga usia delapan tahun. Diperjelas,
bahwa anak usia 6-8 tahun sudah aktif dan memperlihatkan kemampuan verbal
tinggi, tertarik pada permainan, peraturan dan mengembangkan konsep-konsep dan
pemecahan masalah, pada usia ini cocok untuk aktivitas dan pengalaman hand-on, semakin mampu memberikan
alasan, mendengarkan orang lain dan memperlihatkan konsep take and give sosial[1].
2.
Dalam Bruce dijelaskan tentang kemampuan anak usia dini dari 0-8 tahun, dan
beberapa hal dari kemampuan anak usia 6-8 tahun, yakni; “Motorik
Kasar.
Pada usia ini ketangkasan anak meningkat, baik dari koordinasi otot
dan keseimbangan,mereka dapat mengendarai sepeda roda dua. Anak perempuan dapat
melompat dengan mudah dalam keseimbangan yang baik/bagus. Motorik halus anak
tumbuh tinggi, mereka mampu menggambar orang dengan bagian tubuh yg sempurna,
seperti pakaian dan alis mata. Mereka dapat menulis surat dengan memegang
pulpen seperti orang dewasa. Mereka dapat menangkap bola dari jarak satu meter
dengan menggunakan satu tangan.Aspek
Bahasa pada usia ini anak berusaha memahami kata-kata, menggunakan kata
keterangan dan proposisi. anak dapat berbicara dengan percaya diri dan lancar.
anak mulai menjadi bagian dari budaya dan memahami sadar akan aturan bahasa/
tata bahasa yang berlaku.. mereka menggunakan bahasa dengan kreatif, kosa kata
mereka bertambah setiap saat. pengucapan mereka sesuai dengan kebiasaan yang
berlaku. mereka dapat mendefinisikan objek dan fungsinya, seperti ” äpa itu
bola? “ “kamu dapat melemparnya”.Dalam belajar,
Anak tidak terpisah dengan orang dewasa dan anak lainnya.Mereka mulai
berbagi dan belajar bersama. saling bertukar pikiran. hal ini dapat membantu
mereka belajar lebih baik. contoh; mereka mulai memahami bahasa buku, dimana
ceritanya memiliki karakter dan alur.
mereka menyadari bahwa situasi yang berbeda menuntut cara berfikir yang
berbeda. Intelektual Cognitif dan
simbolik 4-7 th Anak mulai berubah menjadi perilaku simbolis. Bahasany sudah
terbangun dengan baik, dan mulai mengenal literasi (cakap, dengar, tulis, baca)
personal simbol masih mendominasi sampe usia 6-7 th. faktor budaya dalam
menulis, menggambar, dll mulai mempengaruhi anak. dimana ada keseimbangan
antara cara anak menggunakan simbol pribadi dan kebiasaan sekitar, anak dapat
dikatakan kreatif.dari segi berfikir anak dapat memikirkan lebih dari satu
hal/point dalam waktu yang bersamaan.
pemahaman anak tentang konsep panjang, ukuran, jarak, area, waktu, volume,
kapasitas, dan berat berkembang dengan baik. mereka menikmati nyanyian dan berhitung
mereka memahami angka). anak dapat
memainkan/merubah suaranya saat bermain peran. mereka dapat mengembangkan suatu
cerita dg gaya mereka sendiri. mereka dapat membantu anak yang lebih kecil saat
bermain. mereka tertarik dengan perkembangan mereka sendiri saat bayi sampai sekarang. mereka dapat membedakan mana
yang nyata dan mana yang fantasi/hayalan. Tapi hal ini tidaklah menetap,
sehingga mereka juga bisa takut pada hal-hal yg bersifat supranatural. mereka
mulai mencoba dan berlatih kadang-kadang benar atau salah. seperti menyakiti
orang lain. atau perasaan mereka berkembang seperti bahasa mereka.
Sosio-emosional 4-8 anak dapat mengembangkan kestabilan/keseimbangan konsep
diri. anak dapat menginternalisasikan aturan budaya mereka. dapat
menyembunyikan perasaan sewaktu-waktu dan mulai mengontrol perasaan. dapat
memikirkan perasaan orang lain, dapat bertanggung jawab, seperti menolong anak.[2]”
3. Betapa vitalnya keberadaan otak, dijelaskan oleh banyak
ahli, sebagaimana terangkum dalam Jamaris, bahwa otak memiliki tiga bagian
utama, yaitu otak besar (cerebrum), otak kecil (cerebellium), dan batang otak
(brain stem). Dengan fungsinya masing2, otak besar pada bagian Frontal Lobe
(Lobus Frontali) berfungsi mengatur; prilaku, proses berfikir abstrak,
pemecahan masalah, perhatian, berfikir kreatif, emosi, intellegensi, reflexi,
pertimbangan dan mengamblkeputusan, inisiatif, kesadaran diri, koordinasi gerakan,
akumulasi dan interaksi gerakan, gerakan mata, penciuman, gerakan otot,
keterampilan bergerak, keterampilam gerakan motorik, reaksi fisik dan libido
(dorongan seksual), pada bagian kedua Occipital Lobe (Lobus Oksipitalis)
mengatur penglihatan dan membaca. Pada bagian ketiga Parietal Lobe (Lobus
Parietalis), berfungsi; merasakan sentuhan,penilaian terhadap sentuhan,
tanggapan terhadap rangsangan internal, kombinasi indra dan pemahaman, fungsi
bahasa dan fungsi membaca, fungsi visual. Dan pada bagian ke empat, Temporal
Lobe(Lobus Tmporalis) mengatur; ingatan terhadap apa yg didengar, pendengaran,
ingatan terhadap apa yg dilihat, jaringan penglihatan, musik, rasa takut,
fungsi bahasa, bahasa lisan,prilaku dan emosi, dan kesadaran terhadap
identitas. Sedangkan otak bagian kanan, belahan bagian kanan mengontrol sisi
kiri bagian tubuh, hubungan temporal dan spasial, menganalisis informasi non
verbal,mengkominikasikan emosi. Belahan otak bagian kiri, belahan otak bagian
kiri mengontrol sisi kanan tubuh, memproduksi bahasa dan pemahaman bahasa.
Corpus callosum mengatur komunikasi ant bag kiri dan bag kanan.Otak kecil,
mengatur keseimbangan gerakan tubuh dan postur. Batang otak,mengatur motoris
dan jaringan sensori pada tubuh dan wajah, fungsi otomatis dari denyut jantung
, tekanan darah,pernapasan dan fungsi pencernaan dan urinasi. Sedangkan
Hipotalamus , mengatur suasana hati dan motivasi, pematangan seksual,tempratur
tubuh dan proses hormonal tubuh[3]
4. NAYS, bahwa hal yang sangat
essensial dalam perkembangan dan pembelajaran anak usia sekolah dasar adalah
memahami bagaimana anak usia 5-8 tahun itu belajar. Dan salah satu asumsi
penting dari perkembangan manusia ialah bahwa seluruh area perkembangan fisik,
sosial, emosional, dan kognitif diintegrasikan, perkembangan pada satu dimensi
mempengaruhi dan dipengaruhi oleh perkembangan pada dimensi lain,dan asumsi ini
menjadi salah ketika sekolah menempatkan penekanan besar pada area kognitif
sambil meminimalkan aspek-aspek laindari perkembangan anak.
5.
The
contextualised Child” bahwa pengembangan anak sangat dipengaruhi oleh
lingkungan dan budaya ” This is
development is deeply influenced by the child’s cultural environment and the a
couple she meets. The ideas, language,
communication, feelings, relationship and other cultural elements among which
the child is brought up influence development very deeply”[4].
6.
Anak
Usia dini, National Assosiation Education
for Young Children (NAEYC) mendifinisikan
bahwa anak usia dini merupakan kelompok manusia yang berada
dalam proses pertumbuhan dan perkembangan secara terus menerus dan merupakan
masa yang berada pada rentang usia 0-8
tahun.[5]
7. Soegeng
Santoso ”…Anak usia dini sejak dalam
kandungan (pendidikan anak usia dini secara tidak langsung), masa bayi hingga
anak berumur kurang lebih 8 tahun, sampai usia SD Kelas Awal, kelas I/II/III,
dan materi-materi kegiatannya adalah; berhubungan dengan agama, budipekerti,
etika, moral, toleransi, keterampilan, gotong royong, keuletan, kejujuran dll.
[1] Sue Bredekamp, Pendidikan Anak Usia Dini 0-8 tahun,
Pengembangan Kegiatan Yang Sesuai dalam Program Anak Usia Dini Yang Melayani
Anak Sejak Lahir Hingga 8 Tahun, (terjemahan, Developmentally Appropriate
Practice in Early Chilhood Prrograms Serving Children From Birth Through Age
8). . h 75
[3] Jamaris,
Kesulitan belajar, Perspektif, Assesmen dan Penanggulangannya, ( Penamas Murni,
2009), Jakarta. H 10-11.
[4] Bruce, opcit h 25
[5]Bredekamp, Sue dan Copple,
Carol Depelopmentally Approriate Practise
in Early Chilhood Program ( USA NAECY) h 75
Tidak ada komentar:
Posting Komentar