Sabtu, 14 April 2012

teori anak usia dini


ANAK  USIA  DINI
1.   NAYS mendefinisikan  bahwa anak usia dini adalah, merupakan periode sejak kelahiran hingga usia delapan tahun. Diperjelas, bahwa anak usia 6-8 tahun sudah aktif dan memperlihatkan kemampuan verbal tinggi, tertarik pada permainan, peraturan dan mengembangkan konsep-konsep dan pemecahan masalah, pada usia ini cocok untuk aktivitas dan pengalaman hand-on, semakin mampu memberikan alasan, mendengarkan orang lain dan memperlihatkan konsep take and give sosial[1].
2.    Dalam Bruce dijelaskan tentang kemampuan anak usia dini dari 0-8 tahun, dan beberapa hal dari kemampuan anak usia 6-8 tahun, yakni; Motorik Kasar. Pada usia ini ketangkasan anak meningkat, baik dari koordinasi otot dan keseimbangan,mereka dapat mengendarai sepeda roda dua. Anak perempuan dapat melompat dengan mudah dalam keseimbangan yang baik/bagus. Motorik halus anak tumbuh tinggi, mereka mampu menggambar orang dengan bagian tubuh yg sempurna, seperti pakaian dan alis mata. Mereka dapat menulis surat dengan memegang pulpen seperti orang dewasa. Mereka dapat menangkap bola dari jarak satu meter dengan menggunakan satu tangan.Aspek Bahasa pada usia ini anak berusaha memahami kata-kata, menggunakan kata keterangan dan proposisi. anak dapat berbicara dengan percaya diri dan lancar. anak mulai menjadi bagian dari budaya dan memahami sadar akan aturan bahasa/ tata bahasa yang berlaku.. mereka menggunakan bahasa dengan kreatif, kosa kata mereka bertambah setiap saat. pengucapan mereka sesuai dengan kebiasaan yang berlaku. mereka dapat mendefinisikan objek dan fungsinya, seperti ” äpa itu bola? “ “kamu dapat melemparnya”.Dalam belajar,  Anak tidak terpisah dengan orang dewasa dan anak lainnya.Mereka mulai berbagi dan belajar bersama. saling bertukar pikiran. hal ini dapat membantu mereka belajar lebih baik. contoh; mereka mulai memahami bahasa buku, dimana ceritanya memiliki karakter dan alur.  mereka menyadari bahwa situasi yang berbeda menuntut cara berfikir yang berbeda. Intelektual Cognitif dan simbolik 4-7 th Anak mulai berubah menjadi perilaku simbolis. Bahasany sudah terbangun dengan baik, dan mulai mengenal literasi (cakap, dengar, tulis, baca) personal simbol masih mendominasi sampe usia 6-7 th. faktor budaya dalam menulis, menggambar, dll mulai mempengaruhi anak. dimana ada keseimbangan antara cara anak menggunakan simbol pribadi dan kebiasaan sekitar, anak dapat dikatakan kreatif.dari segi berfikir anak dapat memikirkan lebih dari satu hal/point  dalam waktu yang bersamaan. pemahaman anak tentang konsep panjang, ukuran, jarak, area, waktu, volume, kapasitas, dan berat berkembang dengan baik. mereka menikmati nyanyian dan berhitung mereka memahami angka).  anak dapat memainkan/merubah suaranya saat bermain peran. mereka dapat mengembangkan suatu cerita dg gaya mereka sendiri. mereka dapat membantu anak yang lebih kecil saat bermain. mereka tertarik dengan perkembangan mereka sendiri saat bayi  sampai sekarang. mereka dapat membedakan mana yang nyata dan mana yang fantasi/hayalan. Tapi hal ini tidaklah menetap, sehingga mereka juga bisa takut pada hal-hal yg bersifat supranatural. mereka mulai mencoba dan berlatih kadang-kadang benar atau salah. seperti menyakiti orang lain. atau perasaan mereka berkembang seperti bahasa mereka. Sosio-emosional 4-8 anak dapat mengembangkan kestabilan/keseimbangan konsep diri. anak dapat menginternalisasikan aturan budaya mereka. dapat menyembunyikan perasaan sewaktu-waktu dan mulai mengontrol perasaan. dapat memikirkan perasaan orang lain, dapat bertanggung jawab, seperti menolong anak.[2]
3.    Betapa vitalnya keberadaan otak, dijelaskan oleh banyak ahli, sebagaimana terangkum dalam Jamaris, bahwa otak memiliki tiga bagian utama, yaitu otak besar (cerebrum), otak kecil (cerebellium), dan batang otak (brain stem). Dengan fungsinya masing2, otak besar pada bagian Frontal Lobe (Lobus Frontali) berfungsi mengatur; prilaku, proses berfikir abstrak, pemecahan masalah, perhatian, berfikir kreatif, emosi, intellegensi, reflexi, pertimbangan dan mengamblkeputusan, inisiatif, kesadaran diri, koordinasi gerakan, akumulasi dan interaksi gerakan, gerakan mata, penciuman, gerakan otot, keterampilan bergerak, keterampilam gerakan motorik, reaksi fisik dan libido (dorongan seksual), pada bagian kedua Occipital Lobe (Lobus Oksipitalis) mengatur penglihatan dan membaca. Pada bagian ketiga Parietal Lobe (Lobus Parietalis), berfungsi; merasakan sentuhan,penilaian terhadap sentuhan, tanggapan terhadap rangsangan internal, kombinasi indra dan pemahaman, fungsi bahasa dan fungsi membaca, fungsi visual. Dan pada bagian ke empat, Temporal Lobe(Lobus Tmporalis) mengatur; ingatan terhadap apa yg didengar, pendengaran, ingatan terhadap apa yg dilihat, jaringan penglihatan, musik, rasa takut, fungsi bahasa, bahasa lisan,prilaku dan emosi, dan kesadaran terhadap identitas. Sedangkan otak bagian kanan, belahan bagian kanan mengontrol sisi kiri bagian tubuh, hubungan temporal dan spasial, menganalisis informasi non verbal,mengkominikasikan emosi. Belahan otak bagian kiri, belahan otak bagian kiri mengontrol sisi kanan tubuh, memproduksi bahasa dan pemahaman bahasa. Corpus callosum mengatur komunikasi ant bag kiri dan bag kanan.Otak kecil, mengatur keseimbangan gerakan tubuh dan postur. Batang otak,mengatur motoris dan jaringan sensori pada tubuh dan wajah, fungsi otomatis dari denyut jantung , tekanan darah,pernapasan dan fungsi pencernaan dan urinasi. Sedangkan Hipotalamus , mengatur suasana hati dan motivasi, pematangan seksual,tempratur tubuh dan proses hormonal tubuh[3]

4.    NAYS, bahwa hal yang sangat essensial dalam perkembangan dan pembelajaran anak usia sekolah dasar adalah memahami bagaimana anak usia 5-8 tahun itu belajar. Dan salah satu asumsi penting dari perkembangan manusia ialah bahwa seluruh area perkembangan fisik, sosial, emosional, dan kognitif diintegrasikan, perkembangan pada satu dimensi mempengaruhi dan dipengaruhi oleh perkembangan pada dimensi lain,dan asumsi ini menjadi salah ketika sekolah menempatkan penekanan besar pada area kognitif sambil meminimalkan aspek-aspek laindari perkembangan anak.
5.    The contextualised Child” bahwa pengembangan anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan dan budaya ” This is development is deeply influenced by the child’s cultural environment and the a couple she meets. The ideas, language, communication, feelings, relationship and other cultural elements among which the child is brought up influence development very deeply”[4].
6.    Anak Usia dini, National Assosiation Education for Young Children (NAEYC) mendifinisikan  bahwa  anak usia dini merupakan kelompok manusia yang berada dalam proses pertumbuhan dan perkembangan secara terus menerus dan merupakan masa yang berada pada rentang usia 0-8 tahun.[5]
7.    Soegeng Santoso ”…Anak usia dini sejak dalam kandungan (pendidikan anak usia dini secara tidak langsung), masa bayi hingga anak berumur kurang lebih 8 tahun, sampai usia SD Kelas Awal, kelas I/II/III, dan materi-materi kegiatannya adalah; berhubungan dengan agama, budipekerti, etika, moral, toleransi, keterampilan, gotong royong, keuletan, kejujuran dll.



[1] Sue Bredekamp, Pendidikan Anak Usia Dini 0-8 tahun, Pengembangan Kegiatan Yang Sesuai dalam Program Anak Usia Dini Yang Melayani Anak Sejak Lahir Hingga 8 Tahun, (terjemahan, Developmentally Appropriate Practice in Early Chilhood Prrograms Serving Children From Birth Through Age 8). . h 75


[2]. Bruce, ibid, h 27-36
[3] Jamaris, Kesulitan belajar, Perspektif, Assesmen dan Penanggulangannya, ( Penamas Murni, 2009), Jakarta. H 10-11.
[4] Bruce, opcit h 25
[5]Bredekamp, Sue dan Copple, Carol Depelopmentally Approriate Practise in Early Chilhood Program ( USA NAECY) h 75

Tidak ada komentar:

Posting Komentar